Saturday, 25 August 2012
SMP NEGERI 3 ULU BELU
SMP Negeri 3 Ulu Belu dalam Acara visitasi dalam rangka Akreditasi sekolah pada bulan Ramadhan 1433H. kemarin...Disambut oleh Pak Maladin,S.Pd selaku Kepala Sekolah,dewan guru dan siswa.. .
Wednesday, 8 August 2012
MENJADI PENGAWAS TERBERDAYA BUKAN TERPEDAYA
PENGAWAS SEKOLAH YANG TERBERDAYA BUKAN TERPEDAYA
(Cerita Seri Pengawas
Tanggamus)
Pada sebuah kesempatan penulis, dalam posisinya
sebgai sekretaris korwas, mengirimkan
SMS (short massage system) ke salah satu teman pengawas. SMS tersebut berisi
tentang pemaggilan yang bersangkutan untuk mengikuti training peningkatan
kinerja pengawas di Bandar lampung. Pengawas yang dimaksud menjawab”
Alhamdulillah bertambah lagi rasa letih, lesu, dan kecapaian yang tak
hilang-hilang”
Di lain cerita, adalah seorang teman pengawas, Tanggal 1 sampai
dengan 4 ia harus pelatihan dengan topik tertentu di Hotel A Bandar Lampung,
Tanggal 5 sampai dengan 8 ia harus pelatihan di Hotel B Bandar Lampung, Tanggal
9 sampai dengan 12 ia harus pelatihan di LPMP Bandar Lampung, Tanggal 13 sampai
dengan 17 ia harus pelatihan di Hotel C Jakarta. Pulang satu hari dirumah ia
harus mengikuti pelatihan di Hotel D Sawangan Bogor dan seterusnya (rupanya ini adalah model pengawas spesialis
pelatihan). Usai Pelatihan ia pulang ke rumah dan betapa kagetnya dia saat pulang karena anaknya sudah bertambah satu, ya pengawas itu
meninggalkan rumah saat istrinya hamil. Ia meninggalkan rumah karena mengikuti pelatihan profesional pengawas.
Satu hal yang membuat penulis bangga adalah
ditengah-tengah keletihannya para pengawas tetap mengikuti pelatihan dengan
penuh semangat, dan setelah mengikuti pelatihan meraka bertemu kembali untuk
duduk bersama menyamakan persepsi, menyamakan bahasa, menyamakan conten, dan teknik untuk menyampaiakan conten tersebut disekolah-sekolah
binaan.
Cerita-cerita
pengawas seperti di atas didasari dengan kenyataan bahwa memang
pengawas selalau saja dipanggil untuk mengikuti pelatihan dari berbagai
lembaga. Di masa liburan sekolah ini saja ada beberapa pengawas sudah mengikuti
pelatihan berkisar 7 sampai dengan 8 kali. Kalau setiap pelatihan 4 hari berarti
pengawas sudah tidak tidur dirumah selama 32 hari atau 1 bulan labih 2 hari.
Bukan hanya itu, model pelatihan
sekarang menuntut peserta tidak hanya
mengikuti pelatihan setelah itu selesai, tetapi peserta setelah mengikuti pelatihan peserta harus
melakukan kegiatan IN- Servis Learnig dan On The
Job Learning artinya: setelah pengawas mendapat pelatihan berupa kompetensi
di tempat pelatihan pengawas tersebut juga harus mengimplementasikan hasil
pelatihan di sekolah-sekolah binaan. Hasil implemtasi itu dlaporkan kembali
saat In sevis learning kedua.
Frekuensi
dan kualitasi pelatihan di atas dimaksudkan agar pengawas mempunyai kompetensi
yang lebih dari tenaga pendidik dan kependidikan lainya. Hal ini dikarenakan
jabatan pengawas adalah jabatan tertinggi di ranah tanaga pendidik dan
kependidikan. Berdasarka Permen Nomor 12
tahun 2007 dan Permendikanas Nomor 13 tahun 2007 Guru Indonesia wajib memiliki
4 kompetensi yaitu Paedagogik, Kepribadian, Sosial, dan Profesional. Kepala
Sekolah Indonesia harus memiliki 5 kompetensi yaitu, Kompetensi Kepribadian,
Manjerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial. Sedangkan Pengawas harus
memiliki 6 kompetensi yaitu, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Supervisi Manajerial,
Kompetensi Supervisi Akademik, Kompetensi Evaluasi Pendidikan, Kompetensi Penelitian Pengembangan Kompetensi Sosial.
Beberapa hal di atas memberi satu gambaran pada kita bahwa betapa pemerintah sudah begitu konsen untuk
memberdayakan pengawas. Pengawas yang dahulu dianggap komunitas yang sedang parkir,
the old invalid man dalam
pengeloaan dan peningkatan mutu pendidikan kini berubah menjadi komunitas yang
menjadi starter, the young valid man dalam pengeloaan
dan peningkatan mutu pendidikan. Pengawas menempati peran yang sangat strategis
dalam mengelola dan meningkatkan mutu pendidikan.
Hal ini sesuai dengan Permenpan Nomor 21 Tahun 2010 yang
menyatakan bahwa pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga kependidikan yang
memegang peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru, kepala
sekolah dan mutu pendidikan di sekolah. Tugas pokok pengawas sekolah adalah
melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan
yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan terhadap
guru dan kepala sekolah, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) standar nasional
pendidikan, penilaian kinerja guru dan kepala sekolah, pembimbingan dan
pelatihan profesional guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan
pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.
Dalam melaksanakan tugas pokoknya, pengawas sekolah
berfungsi sebagai supervisor pendidikan atau pengawas pendidikan, baik
pengawasan akademik maupun maupun pengawasan manajerial. Berkaitan dengan
sasaran pengawasan akademik, pengawas sekolah bertugas membantu dan membina
guru meningkatkan profesionalismenya agar dapat mempertinggi kualitas proses
dan hasil belajar siswa. Berkaitan dengan
pengawasan manajerial, pengawas sekolah bertugas membantu kepala sekolah
dan seluruh staf sekolah agar dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan
pendidikan pada sekolah yang dibinanya.
Oleh karena itu, untuk menjawab permasalahan di atas
maka kita harus menjadi pengawas yang berdaya bukan pengawas yang terpedaya.
SELAMAT MENJADI PENGAWAS YANG BERDAYA, OK
Gisting,
Senin, 16 Juli 2012
M.Munawar,
Pengawas Tanggamus.
Sunday, 5 August 2012
Friday, 25 May 2012
SELEKSI GURU DAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI DI KABUPATEN TANGGAMUS
Dinas Pendidikan
Tanggamus telah selesai mengadakan seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi.
Seleksi guru dan kepala berprestasi tersebut meliputi semua jenjang dari
jenjang TK, SD, SMP, SMA/K. Seleksi ini dilaksanakn di SMK Negeri Talang Padang
selama dua hari yaitu hari Rabu dan Hari Kamis, tanggal 23 s.d. 24 Mei 2012.
Supriatno, SPd.,
Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan Tanggamus, mengatakan, “ Kegiatan Seleksi
guru dan kepala sekolah berprestasi ini dilaksanakan dengan tujuan memotivasi
sekaligus mengukur kinerja guru dan kepala sekolah yang ada di Tanggamus”. “
Dengan adanya kegiatan ini guru-guru termotivasi untuk menampilkan kinerja
terbaiknya sehingga menjadi pemacu dan pemicu mutu pendidikan di Kabupaten ini”
imbuhnya.
Masih menurut Supriatno” Aspek yang dinilai pada
kegiatan ini yaitu,
kompetensi-kompetensi yang harus melekat pada seorang guru dan kepala
sekolah, yaitu kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi profesional untuk guru, dan kompetensi yang harus dimiliki
kepala sekolah yaitu Kepribadian dan Sosial, Kepemimpinan, Pengembangan
Sekolah/Madrasah, Pengelolaan Sumber Daya, Kewirausahaan, Supervisi
Pembelajaran, dan Penguasaan IT”. “
Kami sangat berterima kasih kepada Tim Penilai yang berasal dari pengawas
pendidikan Tanggamus (Drs. M Nasir Hasyim, Drs. Hadi Kuncoro, Drs. Aris
Munandar, M.Pd.I, Drs. Azrai Khari, Drs. Gembong, S, M.Pd. M.Munawar, M.Pd.
Sokip, M.Pd.) yang telah menjabarkan kompetensi-kompetensi tersebut menjadi bentuk intrumen-instrumen
penilaian seperti instrumen ujian tertulis, wawancara, portofolio, dan karya
tulis makalah beserta presentasinya. Kami berharap dengan instrumen yang
sedemikian lengkap mampu mengukur dengan tepat kompetensi dan kinerja guru dan
kepala sekolah, sehingga guru dan kepala sekolah yang terpilih adalah guru dan
kepala sekolah yang memang memiliki nilai lebih, kami juga berterima kasih kepada unsur terkait lainnya”. Imbuhnya.
Sementara itu Drs.
Hadi Kuncoro, selaku koordinator tim penilai, mengatakan” Kami berharap peserta
yang terpilih menjadi juara pertama agar lebih mempersiapkan diri, karena
mereka mempunyai tugas yang berat yaitu mewakili kabupaten Tanggamus dalam
seleksi guru berprestasi tingkat Provinsi, kepada siapa saja yang ingin
menegetahui tentang hasil seleksi selengkapnya bisa dilihat di korwastanggamus.blogspot.com”
“Luar biasa alat
tesnya membuat kami harus bekerja keras memutar otak agar mampu mengerjakan
soal itu, daya beda soal sangat bagus” kata Fatqul Hajar Aswad, M.Pd., salah
satu peserta.
Hasil dari
kegiatan seleksi guru dan kepala sekolah berprestasi ini cara penilaian menggunakan
program aplikasi link Excel sehingga pada hari itu juga hasilnya langsung bisa
diumumkan yaitu, untuk guru; Jenjang TK peringkat 1 Siti Inayati, S.Pd.I dari TK Rama
Gisting; Jenjang SD peringkat 1 Basuki C.N. S.Pd. dari SD N 1 Kagungan,
peringkat 2 Sumarni ,S.Pd. dari SDN 3 Gisting Atas, peringkat 3 Sujana, S.Pd.
dari SDN 1 Batu Tegi; Jenjang SMP peringkat 1 Neni Deswita, S.Pd. dari SMPN 1
Kotaagung Timur, peringkat 2 Abdul Azis, S.Pd. dari SMPN 1 Ulu Belu, peringkat
3 Fathurrozi, S.Pd. dari SMPN 1 Air Naningan; Jenjang SMA/K peringkat 1 Azebtina,
M.Pd.I. dari SMK N Talang Padang, peringkat 2 Yulizar, S.Pd. dari SMA 1
Kotaagung, peringkat 3 Aris Munandar SPd. dari SMA N 1 Bulok; sedangkan untuk
kepala sekolah Jenjang TK peringkat 1 Siti Marfuah TK ABA Gisting, peringkat 2
Mai Nuri, S.Pd. dari TK DW; Jenjang SD peringkat 1 Daryono, M.Pd.dari SDN 2
Banjar Negeri, peringkat 2 Agus Rohmanto, M,Pd dari SDN 3 Datarajan, peringkat
3 Widarpo, S.Pd. dari SD N 1 Banding Agung; Jenjang SMP peringkat 1 Fatqul
Hajar Aswad, M.Pd.dari SMP N 1 Gisting, peringkat 2 Sunarmi, S.Pd.dari SMP N 2
Pugung, peringkat 3 Hi Wardaya, M.Pd. dari SMP N 1 Semaka; Jenjang SMA/K peringkat
1 Roslan S.Pd. dari SMA Muh Kotaagung, peringkat 2 Aprial Mumtasir, S.Pd.dari
SMK Pugung, peringkat 3 Jamnur Hardy, S.Pd. SMK N 1 Kotaagung Barat.
(M.Munawar)
Subscribe to:
Posts (Atom)